Tamu Tak Diundang
Ia datang
Di akhir januari yang mencekam
Ketika suhu rendah menggigit tulang
Ketika bongkahan salju ganas berjatuhan
Sampai bunga musim semi menyapa
Ia masih saja bertandang
Bukannya pulang,
Malah terus membawa kawan
Kini, di bawah terik musim panas
Jiwanya perlahan pergi
Namun jejak tidak
Membuat anak manusia pasrah
Menutup pintu gubuk rapat-rapat
Dan kini 180 malam sudah
Aku terperangkap karenanya
-AFA-
Xiamen, 21 Juli 2020

Komentar
Posting Komentar