Rengekan Kalbu
Penulis: Arvia Fuja Aslami
Hati yang kosong ini Tuhan,
Bagaimana Aku menjelaskannya?
Seharusnya ada singgasana-Mu di dalam sana
Namun mengapa tak kunjung ku jumpa?
Kau pernah singgah,
Memberi sedikit nikmat iman
Kemudian menghilang
Bagai Tuan penuh amarah
Sekat ini Tuhan,
Mengapa semakin membesar?
Semakin terbunuh kalbu oleh rindu
Sampai tangan terlalu malu menengadah lagi
Karena waktu yang telah berlalu adalah kesia-siaan
Dan lalai telah menjadi makanan badan
Jam dinding menertawakan
Bahkan sajadah pun lupa dengan pertemuan kita di sunyinya malam
Iman itu Tuhan,
Aku merindukannya
Lombok Timur, 19 Juli 2019

Komentar
Posting Komentar