Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Rengekan Kalbu

Penulis: Arvia Fuja Aslami Hati yang kosong ini Tuhan, Bagaimana Aku menjelaskannya? Seharusnya ada singgasana-Mu di dalam sana Namun mengapa tak kunjung ku jumpa? Kau pernah singgah, Memberi sedikit nikmat iman Kemudian menghilang Bagai Tuan penuh amarah Sekat ini Tuhan, Mengapa semakin membesar? Semakin terbunuh kalbu oleh rindu Sampai tangan terlalu malu menengadah lagi Karena waktu yang telah berlalu adalah kesia-siaan Dan lalai telah menjadi makanan badan Jam dinding menertawakan Bahkan sajadah pun lupa dengan pertemuan kita di sunyinya malam Iman itu Tuhan, Aku merindukannya Lombok Timur, 19 Juli 2019

Postingan Terbaru

Nilai Sosial dalam Novel “Terusir” Karya Buya Hamka

Chap. 01

Man Man Lai

Bekal Untuk Ayah

Tamu Tak Diundang

Tepi Pantai Pukul 5 Sore

Aku dan Aku

Hujan Tetaplah Hujan

Kisah Si Pria Tua

Embun, Hujan, dan Kita